Kala Marko Simic Makin Menjadi-jadi sebagai Raja Gol Persija

Bukan tanpa alasan manajemen Persija Jakarta berani menawarkan kontrak untuk Marko Simic selama tiga tahun. Ya, striker Kroasia ini merupakan jaminan untuk kualitas produktivitas Harimau Kemayoran dalam dua musim terakhir. Marko Simic menjadi tokoh kunci dalam ketajamannya ketika Persija memenangkan Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018. Di Piala Presiden 2018, Simic mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 Persija atas Bali United. Dia juga memenangkan gelar pemain terbaik dan menjadi pencetak gol terbanyak dengan 11 gol di turnamen. Pada 28 Februari 2018, Simic mencetak hattrick dalam kemenangan Persija 4-1 atas Tampines Rovers di Piala AFC 2018. Pada 10 April 2018, masih dalam kompetisi Piala AFC, ia mencetak quarterback ketika Persija mengklaim 4-4 0 menang di Johor Darul Ta’zim, Bomb juga menjadi pemain pertama yang mencetak dua kali hat trick dan quarterback di Piala AFC 2018.

Tidak ada penyerang asing yang bisa melakukan Persija, termasuk Emmanuel de Porras dan Roger Batoum, pembom kecay Macer Kemayoran, yang menyembah Jakmania pada awal 2000-an. Selama dua musim merumput di Liga 1, Simic mencetak 45 gol dalam 65 pertandingan. Musim lalu ia menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi dengan skor 28 gol. Sungguh luar biasa bahwa setelah Champions Liga 1 2018 Persija dibiarkan tidak stabil oleh banyak pemain bintang. Namun, keadaan ini tidak mempengaruhi kinerja Marko Simic. Dia adalah penjaga yang bisa membuka peluangnya sendiri dan tidak bisa mempercayai pemain lain. Predator, lahir pada 23 Januari 1988, bahkan melampaui rekor gol legendaris klub, Bambang Pamungkas, ketika ia menjadi pencetak gol terbanyak di liga Indonesia 1999-2000 dengan skor 24 gol.

Perasaan Marko Simic tidak berhenti sampai di situ, ia adalah satu-satunya penyerang impor yang mencetak gol di delapan pulau berbeda di nusantara, yaitu masing-masing di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Bali, Madura, dan Yapen (Serui). Marko Simic menjadi lebih sulit di Liga 1 2020. Persija telah membuat dirinya tersedia dengan membawa banyak pemain bintang. Pelayannya untuk mencetak gol tidak lagi hanya Riko Simanjakak dan Ismed Sofyan, tetapi ada Evan Dimas, Osvaldo Haay dan Marc Klok yang dikenal sebagai gelandang servis yang luar biasa yang telah mengukur operan untuk menolak striker.

Selain mereka masih ada bek dari Italia, Marco Motta. Sosok itu menyumbang dua assist ketika Persija Jakarta membantai Persela Lamongan dalam kontes perdana Grup B Piala Gubernur Jawa Timur 2020 di Stadion Kanjuruhan, sebelum dimulainya jadwal Liga 1 2020. Salah satunya adalah asisten Marko Simic, yang mencetak hattrick. Direktur sepak bola Persija, Ferry Paulus, mengklaim telah membuat keputusan yang terukur ketika ia memberikan kontrak jangka panjang lima tahun untuk pemain berusia 32 tahun itu. “Kami tahu kemampuannya. Ia adalah serangan berkualitas yang telah membuktikan keahliannya di Persija. Kami senang memperpanjang kontraknya,” kata Ferry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *