Beras Jawa Barat Didukung Kementan

Hasil gambar untuk jawa barat beras

Kementerian Pertanian atau yang biasa disebut dengan Kementan mendukung penuh provinsi Jawa Barat sebagai penghasil atau penghasil beras organik terbesar di Indonesia.

Ini dipastikan mengingat jumlah wilayah organik yang tersebar di seluruh Jawa Barat, yang meliputi 6.944 hektar di 22 Kabupaten, salah satunya adalah Kabupaten Bandung.

Kelvin, direktur tanaman pangan di Departemen Pertanian (Kementan), mengatakan, menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, bahwa produksi pangan harus ditingkatkan untuk mendorong ekspor dan kesejahteraan petani.

Konsep organik ini direplikasi di daerah lain sehingga pertanian Indonesia akan semakin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan dan nasional.

“Biologis mampu melindungi ekosistem kita, memperbaiki struktur tanah, memelihara dan menambah nilai,” kata Kelvin saat panen padi organik dengan Asosiasi Petani Bupati Bandung (Gapoktan) Sarinah Ciparay, Bandung , Jumat (20.09.2013).

Kelvin menjelaskan model pertanian, khususnya beras organik sangat berguna.

Karena model organik yang berkelanjutan diperoleh melalui penggunaan pupuk dan urin sebagai pupuk dan jerami sebagai pakan, membuat model pertanian lebih efisien.

“Pesan saya adalah untuk mencintai produk lokal dan untuk mempraktikkan praktik organik untuk warisan anak-anak dan cucu-cucu kita,” katanya.

Bupati Bandung Dadang Nasser mengatakan pemerintah Kabupaten Bandung memiliki keinginan untuk menjadi penghasil beras organik terbesar.

Dadang bertekad untuk mengembangkan segmen beras khusus seperti beras merah, beras hitam, beras ketan hitam, dan beras organik di Bandung

“Beras organik memiliki pangsa pasar yang besar, harganya tinggi, jadi saya ingin memberi petani lebih banyak manfaat,” katanya.

Tuti, presiden Gapoktan, mengatakan bahwa kelompok pertaniannya telah mengembangkan dan menggunakan bio selama bertahun-tahun

“Hasil produksi di sini, syukurlah, sudah ada pasar, kami bekerja sama dengan PT Tafis, Kalbe dan perusahaan lain, kemarin kami juga sempat dengan Nutrifood dan tahun ini kami akan berurusan lagi dengan pengiriman ke sana,” katanya.

Adapun harga jual, Tuti menyatakan bahwa harga beras, yang masih larut, adalah Rp 15.000 per kg. Bertolak belakang dengan kemasan dan pengepresan, Rp bisa mencapai 22 ribu per kg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *