Pengertian Anemia Aplastik

Masih sangat banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya tentang penyakit anemia aplastik, penyakit ini tergolong penyakit yang sangat langka yang bisa terjadi pada pria atau wanita di segala usia.

Apakah anda atau keluarga pernah mengalami memar – memar di kulit tetapi anda tidak mengetahui penyebabnya sama sekali ? Atau mungkin mengalami mimisan, gusi berdarah dan pendarahan yang terjadi secara berlebihan ?

Jika hal tersebut di atas sering anda alami secara berlebihan, bisa menjadi kemungkinan merupakan tanda – tanda awal dari gejala anemia aplastik.

Anemia aplastik merupakan anemia akibat penurunan tingkat sel darah merah yang disebabkan ketidakmampuan sel induk dalam sumsum tulang untuk memproduksi sel – sel baru atau bisa juga disebut sebagai penyakit dengan kegagalan sumsum tulang.

Sel darah yang tidak dapat diproduksi secara cukup adalah trombosit ( keping darah ), eritrosit ( sel darah merah ), atau leukosit ( sel darah putih ), sebagian orang tidak dapat memproduksi ketiga jenis sel darah, namun sebagian lagi tidak dapat memproduksi hanya satu jenis sel darah saja.

Walaupun anemia aplastic dapat terjadi pada setiap orang pada seluruh golongan usia, tetapi penyakit ini lebih sering ditemukan pada remaja, dewasa muda dan usia lanjut.

Anemia aplastik dapat timbul secara perlahan dan memburuk seiring dengan berjalannya waktu dan atau dapat muncul secara tiba – tiba.

Fungsi dari trombosit untuk membantu pembekuan darah dan menghentikan pendarahan, apabila penyakit ini tidak segera mendapatkan penanganan, maka jumlah sel darah akan menjadi sangat rendah dan dapat mengancam jiwa.

Penyakit anemia aplastik di Indonesia tergolong penyakit yang masih sangat langka, pertahun terdapat sekitar di bawah 15.000 kasus ditemukan.

Walaupun penyakit ini masih sangat langka, tetapi bisa juga berdampak fatal dan mengancam nyawa hingga dapat menyebabkan kematian, bahaya ini bisa terjadi jika menyerang seseorang dengan kadar darah yang sangat rendah.

Gambar diatas adalah contoh bagaimana penyakit ini menyerang sel darah, selain mimisan, memar – memar dan gusi berdarah, seseorang yang mengalami anemia aplastik pasti akan sering merasa lemas, tenaga akan berkurang, dan akan beresiko mengalami infeksi serta pendarahan secara berlebihan.

Jika anda bertanya apakah penyakit ini dapat menyerang secara langsung, jawabannya adalah tidak pasti, karena bisa terjadi secara bertahap dalam hitungan minggu dan bulan, bisa juga terjadi secara tiba – tiba.

Selain gejala yang sudah disebutkan diatas, ada beberapa gejala yang dapat timbul, gejala yang di timbulkan juga bergantung pada jenis sel darah yang tidak dapat diproduksi, karena setiap sel darah memiliki fungsi yang berbeda – beda.

Sebagai contoh jika yang tidak dapat di produksi sel darah merah, maka gejala yang akan timbul adalah mudah lelah, sesak napas, pusing, kulit pucat, detak jantung yang tidak teratur.

Sementara jika yang menjadi kekurangan sel darah putih maka gejalanya adalah cenderung lebih mudah terkena infeksi dan demam yang berulang.

Ada pula seseorang pasien yang kekurangan trombosit akan menunjukan gejala mudah memar dan berdarah yang sangat sulit dihentikan, mimisan, gusi berdarah, darah pada feses dan pendarahan menstruasi yang berat ( terjadi pada wanita ).

Anemia aplastik juga terbagi menjadi dua secara keturunan yang disebabkan oleh kelainan genetika yang banyak terjadi pada anak – anak dan remaja, anemia aplastik bukan keturunan yang terjadi pada orang dewasa karena system imun yang terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *