Histori Kredit Buruk di BI Checking Ternyata Bisa Dihapus

Tidak jarang seseorang mengambil pinjaman atau membeli aset dengan cara mencicil, permohonannya ditolak. Salah satu penyebabnya adalah adanya riwayat kredit macet yang tercatat selama proses audit BI. Pertanyaannya adalah bisakah catatan dihapus? Terjadinya penolakan saat mengajukan pinjaman tidak hanya menyangkut seberapa besar pendapatan bulanan terkait dengan besarnya cicilan yang harus dicairkan. Ya, karena sebagian orang yang memiliki penghasilan cukup dengan mengajukan pinjaman kecil justru ditolak.

Salah satu penyebabnya adalah adanya kredit macet pada Sistem Informasi Debitur (SID) di Bank Indonesia (BI). Proses verifikasi dalam sistem ini sering disebut dengan BI Checking. Bagi Anda yang sudah memiliki riwayat kredit macet dan ingin tetap bersih, ketahui dulu hal berikut ini.

IDI historis

Dalam proses Pemeriksaan BI terdapat informasi berupa informasi histori Debitur Individual Information (IDI) yaitu informasi seluruh pembiayaan atau penyediaan dana dengan keadaan terkini atau bermasalah serta menampilkan informasi histori pembayaran yang dilakukan dalam 24 tahun terakhir setiap bulan. .

Biasanya ketika pengajuan pinjaman seseorang ditolak, alasannya adalah orang tersebut kesulitan membayar cicilan bulanan yang diminta. Mungkin orang ini walaupun memiliki penghasilan yang cukup masih menunggak saat membayar cicilan mobil, motor dan lain sebagainya, nah inilah yang menyebabkan pengajuan pinjaman seseorang ditolak.

Bisakah data historis dihapus?

Catatan atau catatan kinerja yang salah dalam pembayaran akan dihapus secara otomatis setelah 24 bulan tunggakan telah dilunasi. Setelah nasabah tidak memiliki kewajiban kepada bank yang terkena dampak dan bank terkait kemudian melaporkan kepada BI bahwa nasabah yang bermasalah tersebut telah memenuhi kewajibannya, ia akan pulih dalam waktu 24 bulan setelah pembayaran kredit selesai.

Kenali IDI historis

Kini Anda dapat melihat riwayat UID Anda secara online dengan mengisi formulir yang tersedia di situs resmi Bank Indonesia. Setelah mengisi formulir tersebut, BI akan melakukan verifikasi data. Oleh karena itu, jika ada yang tidak sesuai dengan data yang dirilis, Anda dapat mengajukan keberatan dan mengoreksi data yang tersimpan di BI dan lembaga keuangan atau bank penyedia jasa pembiayaan.

Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan dua arah dan jika ditemukan kesalahan, lembaga keuangan penyedia dana atau pembiayaan selanjutnya akan mengoreksi data Anda yang tersimpan di Sistem Informasi Debitur (SID).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *